Rabu, 28 September 2016

Satelit Alat Penginderaan Jauh sebagai Mata ke Tiga Manusia



Satelit Alat Penginderaan Jauh sebagai Mata ke Tiga Manusia
Nurani Fitriana, 1606901943
Pendahuluan
Indonesia merupakan negara kepulauan yang luas, terpisah oleh beberapa selat, danau, bahkan laut. Di negara yang luas ini, tidak mungkin dapat diamati oleh mata kita bila sedang terjadi bencana atau sejenisnya. Mata manusia terbatas dalam penglihatannya, jarak 1 km saja sudah tidak dapat  melihat dengan jelas lagi. Sedangkan kita butuh memantau Indonesia tiap tahun, tiap bulan, tiap hari, tiap jam, tiap menit, bahkan tiap detik. Keterbatasan manusia inilah yang membuat manusia berfikir bagaimana cara agar tetap dapat mengawasi wilayah-wilayahnya tanpa harus memantau langsung ke lokasi.
Seiring dengan berkembangnya teknologi dunia, manusia tidak perlu lagi memantau langsung ke lokasi. Lokasi yang berjarak ribuan juta km, bahkan lokasi yang berbeda pulau tetap dapat dipantau dengan baik tanpa harus terjun ke lokasi langsung.
            Maka terciptalah alat yang sering disebut sebagai alat penginderaan jauh. Tidak hanya untuk memantau bencana saja, alat ini dapat memantau seluruh yang ada dan apa yang sedang terjadi terjadi di lautan, daratan, dan juga angkasa. Alat yang termasuk dalam penginderaan jauh adalah satelit. Pertanyaan yang timbul, yaitu Apa yang dimaksud alat penginderaan jauh? Apa saja yang termasuk alat penginderaan jauh? Bagaimana bisa alat penginderaan jauh merupakan mata ke tiga manusia?  Berikut penjelasan mengenai “Penginderaan Jauh sebagai Mata ke Tiga Manusia”
Pembahasan
Penginderaan jauh merupakan proses membaca situasi yang bertujuan  memperoleh informasi tentang objek dengan menggunakan alat tanpa kontak langsung dengan suatu objek. Dengan kata lain dapat dinyatakan bahwa penginderaan jauh merupakan upaya untuk memperoleh data dari jarak  jauh dengan menggunakan alat tertentu. Hasil proses pengamatan oleh alat penginderaan jauh berupa suatu data yang kemudian dianalisis dan diamati oleh para ahli sehingga mereka dapat mengetahui apa yang sedang terjadi atau apa yang akan terjadi. Data yang dihasilkan tersebut merupakan data mentah yang harus diolah, data tersebut bisa berupa garis-garis, gelombang elektromagnetik, variasi daya, dll. Untuk menggunakan alat penginderaan jauh diperlukan alat sensor, alat pengolahan data, dan alat tambahan lainnya. Harus ada wahana yang dapat menampung sensor misalnya balon udara, pesawat terbang karena tanpa wahana yang menampung maka alat sensor tidak dapat bekerja dengan baik. Daya kerjanya semakin berkurang, misalnya wilayah yang dijangaku semakin sempit, tidak seluas wilayah yang dapat dijangkau ketika mengenakan wahana penampung alat sensor.  Semakin luas wilayah yang diamati maka kinerja alat penginderaan jauh semakin baik.
Banyak sekali alat yang termasuk dalam alat penginderaan jauh contohnya satelit. Satelit merupakan benda yang berada di luar bumi dan selalu mengikuti bumi. Ada dua jenis satelit yaitu, satelit alam dan satelit buatan. Satelit alam bumi adalah bulan, tetapi bulan bukan merupakan alat penginderaan jauh karena bulan tidak dapat menunjukkan keadaan suatu objek. Satelit buatan bumi adalah satelit palapa, satelit inilah yang termasuk dalam alat penginderaan jauh karena satelit dapat menunjukkan keadaan Indonesia baik dalam hal bencana maupun bukan. Satelit palapa merupakan satelit yang dibuat oleh manusia untuk melihat atau memantau keadaan di bumi maupun keadaan di sekitar bumi. Misalnya saat akan terjadi stunami, meteor jatuh, gerhana matahari, gerhana bulan. Alat ini yang sangat membantu manusia dalam berbagai hal.
Alat penginderaan jauh juga disebut sebagai mata ketiga manusia. Mengapa demikian? Alat penginderaan jauh disebut sebagai mata ketiga manusia karena alat ini bekerja layaknya mata manusia. Bedanya, alat ini dapat melihat keadaaan sekitar dengan jangkauan yang lebih luas wilayahnya ketimbang mata manusia sendiri. Dengan mata ke tiga manusia inilah yang  membuat manusia mampu mengatur, memertahankan, melindungi, dan mencegah bumi dari bahaya yang akan datang. Sebagai mata ke tiga manusia, tentu saja alat penginderaan jauh memiliki fungsi yang sangat besar bagi kehidupan. Berikut fugsi alat penginderaan jauh sebagai mata ke tiga mansia, antara lain:
1.     Sebagai alat bantu dalam menyusun teori
Disini alat penginderaan jauh berguna dalam penyusunan teori karena dengan alat penginderaan jauh dapat membantu perolehan data-data sehingga dalam perolehan data-data tersebut tidak terlalu membutuhkan kerja keras. Alat penginderaan jauh merupakan teknologi modern yang memang diciptakan untuk membantu manusia dalam menyelesaikan tugasnya.
2.     Untuk menemukan fakta
Dalam hal ini, guna dari alat penginderaan jauh adalah bukti yang misal berupa video. Sekarang banyak sekali kejahatan misal pencurian yang kasusnya telah terkuak karena adanya alat penginderaan jauh ini. Salah satu alat yang membantu menemukan fakta adalah CCTV yang sekarang hampir disetiap ruangan dipasang CCTV.
3.     Sebagai alat penelitian
Alat penginderaan jauh juga digunakan dalam berbagai penelitian, sama halnya digunakan dalam menyusun teori. Hasil data-data yang diperoleh dapat digunakan untuk membantu sebuahh penelitian.

4.     Sebagai dasar penjelasan
Peran penginderaan jauh disini sama halnya dengan menemukan teori dan alat penelitian
5.     Sebagai alat keamanan, pertahanan, perlindungan, dan kewaspadaan
Misal ketika akan terjadi suatu bencana alam, maka sebelum bencana alam tersebut terjadi alat penginderaan jauh sudah dapat mengetahui bahwa akan ada bencana alam sehingga pemerintah bisa segera siap siaga dan mengumumkan kepada penduduk untuk waspada.
Begitulah manfaat alat penginderaan jauh yang dalam penerapannya sendiri masih banyak memiliki manfaat yang luar biasa dalam membantu manusia untuk mempertahankan bumi dan isinya.
Penutup
            Tidak ada keraguan bagi fungsi dari alat penginderaan jauh terhadap kehidupan manusia. Fungsi umum dari alat penginderaan jauh ini adalah sebagai mata ke tiga manusia. Terbatasnya penglihatan manusia membuat manusia menciptakan alat-alat yang semakin canggih. Semoga dengan semakin majunya teknologi membuat manusia semakin bijak dalam menyikapinya. Dan sebagai generasi penerus bangsa, saya berharap dapat berkontribusi dalam kemajuan Indonesia terutama dalam pengembangan alat penginderaan jauh.

Referensi :
Dr. Sutanto, Penginderaan Jauh Jilid 1, 1966, Yogyakarta : Gadjah Mada Unversity Press
Muiz Lidinillah, Tridharna Perguruan Tinggi sebagai Dasar Kreativitas Mahasiswa, 2012, Jakarta : Universitas Pendidikan Indonsia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar