Satelit Alat Penginderaan Jauh sebagai Mata ke Tiga Manusia
Nurani Fitriana, 1606901943
Pendahuluan
Indonesia merupakan negara kepulauan yang luas, terpisah oleh
beberapa selat, danau, bahkan laut. Di negara yang luas ini, tidak mungkin
dapat diamati oleh mata kita bila sedang terjadi bencana atau sejenisnya. Mata
manusia terbatas dalam penglihatannya, jarak 1 km saja sudah tidak dapat melihat dengan jelas lagi. Sedangkan kita
butuh memantau Indonesia tiap tahun, tiap bulan, tiap hari, tiap jam, tiap menit,
bahkan tiap detik. Keterbatasan manusia inilah yang membuat manusia berfikir
bagaimana cara agar tetap dapat mengawasi wilayah-wilayahnya tanpa harus
memantau langsung ke lokasi.
Seiring dengan berkembangnya teknologi dunia, manusia tidak perlu
lagi memantau langsung ke lokasi. Lokasi yang berjarak ribuan juta km, bahkan
lokasi yang berbeda pulau tetap dapat dipantau dengan baik tanpa harus terjun
ke lokasi langsung.
Maka
terciptalah alat yang sering disebut sebagai alat penginderaan jauh. Tidak
hanya untuk memantau bencana saja, alat ini dapat memantau seluruh yang ada dan
apa yang sedang terjadi terjadi di lautan, daratan, dan juga angkasa. Alat yang
termasuk dalam penginderaan jauh adalah satelit. Pertanyaan yang timbul, yaitu
Apa yang dimaksud alat penginderaan jauh? Apa saja yang termasuk alat
penginderaan jauh? Bagaimana bisa alat penginderaan jauh merupakan mata ke tiga
manusia? Berikut penjelasan mengenai
“Penginderaan Jauh sebagai Mata ke Tiga Manusia”
Pembahasan
Penginderaan jauh merupakan proses membaca situasi yang bertujuan memperoleh informasi tentang objek dengan
menggunakan alat tanpa kontak langsung dengan suatu objek. Dengan kata lain
dapat dinyatakan bahwa penginderaan jauh merupakan upaya untuk memperoleh data
dari jarak jauh dengan menggunakan alat
tertentu. Hasil proses pengamatan oleh alat penginderaan jauh berupa suatu data
yang kemudian dianalisis dan diamati oleh para ahli sehingga mereka dapat
mengetahui apa yang sedang terjadi atau apa yang akan terjadi. Data yang
dihasilkan tersebut merupakan data mentah yang harus diolah, data tersebut bisa
berupa garis-garis, gelombang elektromagnetik, variasi daya, dll. Untuk
menggunakan alat penginderaan jauh diperlukan alat sensor, alat pengolahan
data, dan alat tambahan lainnya. Harus ada wahana yang dapat menampung sensor
misalnya balon udara, pesawat terbang karena tanpa wahana yang menampung maka
alat sensor tidak dapat bekerja dengan baik. Daya kerjanya semakin berkurang,
misalnya wilayah yang dijangaku semakin sempit, tidak seluas wilayah yang dapat
dijangkau ketika mengenakan wahana penampung alat sensor. Semakin luas wilayah yang diamati maka kinerja
alat penginderaan jauh semakin baik.
Banyak sekali alat yang termasuk dalam alat penginderaan jauh
contohnya satelit. Satelit merupakan benda yang berada di luar bumi dan selalu
mengikuti bumi. Ada dua jenis satelit yaitu, satelit alam dan satelit buatan.
Satelit alam bumi adalah bulan, tetapi bulan bukan merupakan alat penginderaan
jauh karena bulan tidak dapat menunjukkan keadaan suatu objek. Satelit buatan
bumi adalah satelit palapa, satelit inilah yang termasuk dalam alat
penginderaan jauh karena satelit dapat menunjukkan keadaan Indonesia baik dalam
hal bencana maupun bukan. Satelit palapa merupakan satelit yang dibuat oleh
manusia untuk melihat atau memantau keadaan di bumi maupun keadaan di sekitar
bumi. Misalnya saat akan terjadi stunami, meteor jatuh, gerhana matahari,
gerhana bulan. Alat ini yang sangat membantu manusia dalam berbagai hal.
Alat penginderaan jauh juga disebut sebagai mata ketiga manusia.
Mengapa demikian? Alat penginderaan jauh disebut sebagai mata ketiga manusia
karena alat ini bekerja layaknya mata manusia. Bedanya, alat ini dapat melihat
keadaaan sekitar dengan jangkauan yang lebih luas wilayahnya ketimbang mata
manusia sendiri. Dengan mata ke tiga manusia inilah yang membuat manusia mampu mengatur, memertahankan,
melindungi, dan mencegah bumi dari bahaya yang akan datang. Sebagai mata ke
tiga manusia, tentu saja alat penginderaan jauh memiliki fungsi yang sangat
besar bagi kehidupan. Berikut fugsi alat penginderaan jauh sebagai mata ke tiga
mansia, antara lain:
1.
Sebagai
alat bantu dalam menyusun teori
Disini alat
penginderaan jauh berguna dalam penyusunan teori karena dengan alat penginderaan
jauh dapat membantu perolehan data-data sehingga dalam perolehan data-data
tersebut tidak terlalu membutuhkan kerja keras. Alat penginderaan jauh
merupakan teknologi modern yang memang diciptakan untuk membantu manusia dalam
menyelesaikan tugasnya.
2.
Untuk
menemukan fakta
Dalam hal ini,
guna dari alat penginderaan jauh adalah bukti yang misal berupa video. Sekarang
banyak sekali kejahatan misal pencurian yang kasusnya telah terkuak karena
adanya alat penginderaan jauh ini. Salah satu alat yang membantu menemukan
fakta adalah CCTV yang sekarang hampir disetiap ruangan dipasang CCTV.
3.
Sebagai
alat penelitian
Alat
penginderaan jauh juga digunakan dalam berbagai penelitian, sama halnya
digunakan dalam menyusun teori. Hasil data-data yang diperoleh dapat digunakan
untuk membantu sebuahh penelitian.
4.
Sebagai
dasar penjelasan
Peran
penginderaan jauh disini sama halnya dengan menemukan teori dan alat penelitian
5.
Sebagai
alat keamanan, pertahanan, perlindungan, dan kewaspadaan
Misal ketika akan terjadi suatu
bencana alam, maka sebelum bencana alam tersebut terjadi alat penginderaan jauh
sudah dapat mengetahui bahwa akan ada bencana alam sehingga pemerintah bisa
segera siap siaga dan mengumumkan kepada penduduk untuk waspada.
Begitulah
manfaat alat penginderaan jauh yang dalam penerapannya sendiri masih banyak
memiliki manfaat yang luar biasa dalam membantu manusia untuk mempertahankan
bumi dan isinya.
Penutup
Tidak ada keraguan bagi fungsi dari
alat penginderaan jauh terhadap kehidupan manusia. Fungsi umum dari alat
penginderaan jauh ini adalah sebagai mata ke tiga manusia. Terbatasnya
penglihatan manusia membuat manusia menciptakan alat-alat yang semakin canggih.
Semoga dengan semakin majunya teknologi membuat manusia semakin bijak dalam
menyikapinya. Dan sebagai generasi penerus bangsa, saya berharap dapat
berkontribusi dalam kemajuan Indonesia terutama dalam pengembangan alat
penginderaan jauh.
Referensi
:
Dr.
Sutanto, Penginderaan Jauh Jilid 1, 1966, Yogyakarta : Gadjah Mada
Unversity Press
Muiz
Lidinillah, Tridharna Perguruan Tinggi sebagai Dasar Kreativitas Mahasiswa,
2012, Jakarta : Universitas Pendidikan Indonsia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar